Maling Puisi ne Inge Candra

December 21, 2006

Berikut conto puisi mbeling yang dimuat pada edisi ke-5 rubrik Puisi Mbeling.
Bunyi puisi itu:

Inge Candra:

Catatan 1972
Indonesia sayangku Indonesia
Yang menjamin hidup-hidup bangsa subur
Oleh suburmu yang subur
Suburnya korupsi dan pelacur suburmu
Suburnya tante girang dan penodong suburmu
Suburnya perampok dan pemerkosa suburmu
Apa lagi?
Hanya rambut subur pun dilarang.

 

Puisi Mbeling

Tiba-tiba mak-mben-du-nduk, pengen mbahas tentang puisi mbeling.

Ra ngerti, aku jadi  sinting pengen baca-baca puisi ini.
Sebagaimana di rangkaian huruf2 pada hasil colongan berikut ini:

" Dalam catatannya, Remy Sylado komentar untuk Jeihan: "Baginya seni adalah berak."
  Pada beberapa edisi sesudahnya, Remy Silado membuat pernyataan yang menarik tentang Puisi Mbeling :
  "Bagi kami puisi yang berbicara apa-adanya seperti puisi2 lugu inilah, puisi yang kontemplatif.
  Segalanya terbuka, tak pakai dewangga, tak pakai kerudung, tak pakai tabir
"
  Jika orang bertanya siapa avant garde dalam puisi kiwari Indonesia, tak susah carinya, sebab jawabnya: Kami-lah itu!"

*dewangga kain yang bergambar-gambar indah bercorak biru atau kuning pada dasar merah

Tanganku, pikiranku ga ‘nutut’ bisa nulis,
aku cm bisa nelen dan ngerasain begitu nikmat ke-nudis-an kumpulan huruf-huruf nya.
Ngakak sekaligus Ngeri… hiiiii……………….

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Viewfinder Design