Sang Jiwa

December 18, 2006

SANG JIWA

Lelah, lelah Sang Jiwa mencari belahannya.
Lelah, lelah Sang Jiwa bicara dalam kesunyiannya.
Melambung sendiri keatas awan nan hitam.
Tersesat di antara terangnya cahaya bintang.

Takdir kuharus merasakan sendiri manisnya air mata kesunyian dan menahan sendiri hantaman senyuman dari mereka yang telah mengenal belahannya.
Tersiksa dari ejekan kembang-kembang mawar yang menerima cinta dari Sang Surya,
Sepasang burung merpati yang saling kejar mengejar dengan bebasnya.

Begini kecilnya diriku dari kata cinta yang terdapat di sekelilingku.
Oh  Tuhan, aku berada di ambang penyerahan dari cobaanmu.
Oh  Tuhan, aku menyerah sekarang.
Sudilah memberi sepercik air kesejukan pada jiwaku.
Untuk dapat menempuh jalan pengembaraannya yang masih panjang, berliku-liku dan penuh dengan debu serta panasnya lingkungan sekitar.

Walaupun demikian, aku yakin diujung jalan yang penuh derita, desahan dan rengekan ini ada seorang yang menantiku dengan penuh kesabarannya, keluguan hatinya dan sejuknya ciumannya.

-Kahlil-

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://nie.blogsome.com/2006/12/18/sang-jiwa/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Viewfinder Design