Sang Jiwa
SANG JIWA
Lelah, lelah Sang Jiwa mencari belahannya.
Lelah, lelah Sang Jiwa bicara dalam kesunyiannya.
Melambung sendiri keatas awan nan hitam.
Tersesat di antara terangnya cahaya bintang.
Takdir kuharus merasakan sendiri manisnya air mata kesunyian dan menahan sendiri hantaman senyuman dari mereka yang telah mengenal belahannya.
Tersiksa dari ejekan kembang-kembang mawar yang menerima cinta dari Sang Surya,
Sepasang burung merpati yang saling kejar mengejar dengan bebasnya.
Begini kecilnya diriku dari kata cinta yang terdapat di sekelilingku.
Oh Tuhan, aku berada di ambang penyerahan dari cobaanmu.
Oh Tuhan, aku menyerah sekarang.
Sudilah memberi sepercik air kesejukan pada jiwaku.
Untuk dapat menempuh jalan pengembaraannya yang masih panjang, berliku-liku dan penuh dengan debu serta panasnya lingkungan sekitar.
Walaupun demikian, aku yakin diujung jalan yang penuh derita, desahan dan rengekan ini ada seorang yang menantiku dengan penuh kesabarannya, keluguan hatinya dan sejuknya ciumannya.
-Kahlil-
